Case twitter my luv
Batu itu dikikis, pelan disayat tipis
Tukang-tukang yang melukis
Jantung itu teriris, akarnya tipis
Dicabuti orang-orang bengis
Ditinggalkan di hutan tropis
Ditumbuhi bunga pakis
Beda beda beda beda
Beedaaaa, batu lain dengan jantung
Batu mungkin berubah jadi dewa
Namun, jantung punya kantung
Empat kantung,
Tak ada yang tau, kantung yang mana ada hati
Apa mungkin dibalik serambi?
Atau ikut, berputar-putar lewat nadi?
Sayang, aku selalu merasa let u know everything about me. Hidupku, risauku, pikiranku, perasaanku. Okelah aku emang sedikit ngasih tau yg sesepele dimana, makan apa. Tapi, Ay, sayang, rasanya u tidak membiarkan i tau urs. Sakit. Ku kecewa. Kalau aku boleh menambahkan lebih-lebihnya, u telah menciderai hal yang kita sepakati. Hal yg kita mau bangun. My trust on u, dicurangi Ay. U curangi, Ay.
Apa u sukar nerima kalimat-kalimat i barusan? Maaf, i juga tidak tau how to prove it that i jujur. Aku benar-benar tidak dapat menjumpai urs. Dulu, kemarin, till now. I dunno, really dunno urs. Sekilas i memang membaca urs. Sekilas saja, Ay. Even u dah nak kasih ke i. Kecewa i dah datang duluan. Cedih. My Love, mencurangi ku. Bahkan untuk bebarapa menit, ayangku kekeuh to do it. I merasa payah Ay. Kudu ngel
uarin tenaga untuk meracau u, membuat i know urs. Saat itu juga i malas Ay. My curious, disapu trust issue. Tertutupi debu, remahan kepercayaan ku untukmu.
Sayang, kalau buatmu ini masih sukar. (◞‸◟ㆀ)ᵐᵃᵃᶠ sayang. Tapi ini ternyata memang hurting me. Dunno yet, is it will be a lot, or just need diskusi yang sedikit alot.
Iya iyaa, aku tau betul belum memilikimu seutuhnya. I know. Knew. Tapi kalau emang nak begitu, kenapa u curangi i. Penolakanmu ngecewain aku, dan ke egoisanku memayahi aku.
Tentu aku mau ini segera usai, tapi jam malam sudah kita masuki. Bahkan sebelum ku sempat say gudnight to my love. Ah sayang, bolehkah ku bilang nih jatah mu. Urs responsibility to get me for u dalam bentuk-bentuk seaneh apapun. I love u, Ay. And i guess, itu juga alasan this is sad for me.
Sayang, kalau buatmu ini masih sukar. (◞‸◟ㆀ)ᵐᵃᵃᶠ sayang. Tapi ini ternyata memang hurting me. Dunno yet, is it will be a lot, or just need diskusi yang sedikit alot.
Iya iyaa, aku tau betul belum memilikimu seutuhnya. I know. Knew. Tapi kalau emang nak begitu, kenapa u curangi i. Penolakanmu ngecewain aku, dan ke egoisanku memayahi aku.
Tentu aku mau ini segera usai, tapi jam malam sudah kita masuki. Bahkan sebelum ku sempat say gudnight to my love. Ah sayang, bolehkah ku bilang nih jatah mu. Urs responsibility to get me for u dalam bentuk-bentuk seaneh apapun. I love u, Ay. And i guess, itu juga alasan this is sad for me.
Komentar
Posting Komentar