Setelahnya
Kalian pernah dengar "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" ? Karya sastra terkenal dari seorang guru besar. Sudah lama sekali semenjak terbitnya. Namun baru sekarang aku sempat membacanya. Kemarin lusa aku tamatkan cerita Zainudin itu. Aku yakin, pasti banyak yg terharu membacanya. Ikut menangis tersedu² seperti tokohnya. Maklum, pandai betul Buya Hamka menulisnya. Bahasa indah itu kalian pahami apa? Sekedar kerumitan atau terlebih lagi? Aku sadar itu rumit. Aku perlu berpikir untuk menemukan makna indah darinya.
Aku masih ingat betul kata penulis didalamnya. Zaman itu masihlah jarang orang memperindah bahasa. Tepat sebelum tahun 40an kabarnya. Kalian tau yg dipikiranku?aku berpikirr tak henti²nya. Mengingat segenap pergaulanku di dunia. Kejadian bertemu orang lain. Tema percakapan yang disuka. Terpikir pula kalimat setiap insan masa sekarang. Aku merasa pudar pula pengetahuanku. Kita semua tau anak muda antimainstream. Merasa spesial kala dipandamg bamyak orang. Tingkah anehpun diperhalus jdi unik. Gila kan?begitulah kenyataan sekarang. Lihatlah bahasa mereka.
Dari novel Hamka yg berusaha memeprindah, tapi lihat kenyataannya kini. Semakin indah? Bagiku semakin kacau. Banyak hal dicampuradukkan. Bagaimana bisa saus dan kecap bercampur lantas masih sama rasanya. Kacauu,, bagiku begitu. Mungkin ada yg mengelak jujur berkata kacau. Hanya karena semakin beragam, semakin kaya. Keindahan dari banyaknya ragam warna bahasa. Bagiku itu omong kosong. Bukan sebab orang² bodoh. Mereka hanya malas saja. Mereka membuat kata² baru semata² karena tak tau makna dari kata aslinya. Maka dibuatlah kata baru dg pemahamam mereka. Hal itu mereka trend kan. Tinta hitam pekat telah diteteskan ke air jernih. Itulah masalahnya bagiku. Kenapa banyak orang suka bicara tapi tak tau yg dibicarakan?. Kenapa mereka memilih kata yg ia sendiri tak tau artinya. Dasar pemalas!! Belajarlahh!! Niscaya kalian mengerti. Apa susahnya sekarang. Banyak sumber yang bisa dijadikan referensi. Semudah itukah kalian putus asa?hanya karena harus mengoreksi banyaknya sumber kalian menyerah untuk tahu. Ayolahh!!! Kita sekarang mau apa? Mau rebahan. Payah!! Kasihanilah punggungmu itu. Jaga kesehatanmu. Semoga bisa berpikir jernih lekas².
Komentar
Posting Komentar