Sapaan baru untukku

 Sapaan baru untukku


Air hujan yang turun lirih, jatuh dengan pasrah
sangat rindu memeluk tanah
Pelukan yang lemah, membuat mereka harus berpisah
Setidaknya mereka tidak merasa resah
"Mereka akan bertemu lagi"
Bagaimana untuk kita?


    Aku tahu aku bakal dapet sapaan baru dari kamu karena hubungan kita yang sudah berubah. Meskipun kubilang baru, nyatanya kamu udah pernah nyapa aku demikian. Saat aku merasa dekat denganmu sebagai kekasih, kamu sudah mengucapkannya. "Kak". Entah apa kamu mengerti betapa jengkelnya aku saat itu. Sapaan itu benar-benar menyebalkan. Kita sama-sama biasa pakai bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari. Ketika pakai bahasa indo we switch koe = kamu, dan aku tetap aku. Mungkin bagi beberapa orang kamu untuk laki perempuan adalah hal spesial. Enggak buat kita. Kita hanya tahu dalam pelajaran bahasa indonesia kalau you = kamu. Dari situ orang gak akan mengindikasikan romansa diantara kita. aku kamu sudah biasa bagi kita. Tapi "kak" berbeda. "kak" buat kita adalah panggilan buat orang yang kita anggap seakan saudara. Gak akan pernah ada romansa. Tabu. Tapi kamu pilih itu. Maka sekarang, harusnya kamu tahu, aku sudah pernah merasa kecewa saat kita dekat. Aku merasa terpaksa putus asa menjadikanmu kekasih. Aku ingat, aku masih berusaha. Melakukan hal serupa padamu. Kupanggil kamu "dek" sebagai balasan. Harusnya kamu tahu aku pendendam. Kamu meresponnya dengan lugas. "Aku bukan adekmu". Aku berpikir kau sepemikiran denganku tentang sapaan "kak" dan "dek" ini. Maka harusnya kamu berhenti menggunakannya. Tapi kenapa enggak?kenapa?Apa niatan dibalik tindakanmu. Menjengkelkan. Aku ingin lepas dari belenggu sapaan itu. 

    Hubungan kita berubah sejak malam itu. Malam yang kita gunakan untuk mengakhiri konflik diantara kita. Namun berakhir punya efek stimultan yang kuat. Dadaku semakin sesak karenanya. Tubuhku semakin bergetar seakan ada guncangan hebat dalam dada. Perasaanku padamu gak akan hilang begitu saja. Aku mencoba mencari perlindungan. Aku ingin menyembunyikan rasa sakit ini. Aku memikirkanmu. Memikirkan bagaimana jika kau merasakan hal yang sama. Akankah kamu lebih kuat daripada aku? Kuharap begitu. Aku akan semakin menyalahkan diriku jika kau tidak begitu. Aku memang masih menyayangimu. Aku akan merasa gundah jika tau aku bertanggungjawab atas kepedihanmu. Tapi aku juga tak berdaya. Aku hanya sanggup mendoakanmu baik-baik saja. Tanpa benar-benar tahu keadaanmu. 

    Pada akhirnya aku masih merasa resah. Aku belum berdamai. Aku memberanikan diri menghubungimu sambil menahan sesak kaena teringat kenangan terakhir kita. Kamu menanggapi dengan baik. Sampai-sampai aku tidak percaya padamu. Aku takut kamu membohongiku hanya untuk menghiburku. Maka aku memutuskan tetap menghubungimu. Kini sapaanmu padaku jadi empat huruf."kack". Yahh, itu semakin buruk. Tapi mungkin aku harus merelakannya. Aku mungkin harus pura-pura tetap bersikap biasa saja untukmu. Tapi kamu akan selalu jadi orang spesial buatku. You'll be fine, Fit. semoga aku juga begitu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Case twitter my luv

Awalnya Begini

Kamu panggil namaku:)